Ayah:
TAFSIR SURAT AL-BURUJ ( Gugusan Bintang )
TAFSIR SURAT AL-BURUJ ( Gugusan Bintang )
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
Ayah: 1 - 22 #
{وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ (1) وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ (2) وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ (3) قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ (4) النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ (5) إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ (6) وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ (7) وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9) إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ (10) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ (11) إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ (12) إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ (13) وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ (14) ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ (15) فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ (16) هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْجُنُودِ (17) فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ (18) بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيبٍ (19) وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ (20) بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ (21) فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ (22)}.
"Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan demi hari yang dijanjikan, dan demi yang menyaksikan dan yang disak-sikan. Telah dibinasakan orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang yang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar. Sesungguhnya azab Rabbmu benar-benar keras. Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, yang memiliki Arasy, lagi Mahamulia, Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya. Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud? Se-sungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Qur`an yang mulia, yang tersimpan dalam Lauhul Mahfuzh." (Al-Buruj: 1-22).
#
{1 ـ 3} {والسماءِ ذات البُروج}؛ أي: ذات المنازل المشتملة على منازل الشمس والقمر والكواكب المنتظمة في سيرها على أكمل ترتيبٍ ونظامٍ دالٍّ على كمال قدرة الله [تعالى] ورحمته وسعة علمِه وحكمتِه. {واليوم الموعودِ}: وهو يومُ القيامةِ، الذي وَعَدَ اللهُ الخَلْقَ أن يجمَعَهم فيه ويضمَّ فيه أوَّلهم وآخرَهم وقاصيَهم ودانِيَهم، الذي لا يمكن أن يتغيَّر ولا يُخْلِفُ الله الميعاد. {وشاهدٍ ومشهودٍ}: وشمل هذا كلَّ من اتَّصف بهذا الوصف؛ أي: مبصِرٍ ومبصَرٍ وحاضرٍ ومحضورٍ وراءٍ ومرئيٍّ. والمقسَم عليه ما تضمَّنه هذا القسم من آيات الله الباهرة وحِكَمِهِ الظاهرة ورحمته الواسعة. وقيل: إنَّ المقسم عليه قوله:
(1-3) ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلۡبُرُوجِ ﴿ "Demi langit yang mempunyai gugusan bintang," yakni memiliki posisi-posisi (garis-garis edar) yang men-cakup tempat matahari, bulan, bintang yang tersusun rapi dalam garis edarnya yang tertata secara sempurna dan rapi yang menun-jukkan sempurnanya Kuasa, rahmat, dan luasnya ilmu, serta kebi-jaksanaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡمَوۡعُودِ ﴿ "Dan demi hari yang dijanjikan," yaitu Hari Kiamat yang dijanjikan oleh Allah سبحانه وتعالى akan dikumpulkannya semua manusia di dalamnya dan digabungkan dari yang pertama hingga yang akhir, yang jauh dan yang dekat. Allah سبحانه وتعالى tidak mung-kin merubah atau memungkiri janji. ﴾ وَشَاهِدٖ وَمَشۡهُودٖ ﴿ "Dan yang menyak-sikan dan yang disaksikan," ini mencakup seluruh orang yang memiliki sifat tersebut. Obyek sumpahnya adalah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas dan hikmahnya yang terang serta rahmatNya yang luas yang terkandung dalam sumpah ini. Ada yang berpen-dapat bahwa obyek sumpah adalah FirmanNya;
#
{4 ـ 9} {قُتِلَ أصحابُ الأخدود}: وهذا دعاءٌ عليهم بالهلاك، والأخدودُ الحُفَرُ التي تُحْفَرُ في الأرض، وكان أصحابُ الأخدود هؤلاء قوماً كافرين، ولديهم قومٌ مؤمنون، فراودوهم على الدُّخول في دينهم، فامتنع المؤمنون من ذلك، فشقَّ الكافرون أخدوداً في الأرض، وقذفوا فيها النار، وقعدوا حولَها، وفتنوا المؤمنين، وعرضوهم عليها؛ فمن استجاب لهم أطلقوه، ومن استمرَّ على الإيمان قذفوه في النار، وهذا غايةُ المحاربة لله ولحزبه المؤمنين، ولهذا لعنهم الله وأهلكهم وتوعَّدهم، فقال: {قُتِلَ أصحابُ الأخدودِ}، ثم فسَّر الأخدود بقوله: {النارِ ذاتِ الوَقود. إذ هم عليها قعودٌ. وهم على ما يفعلون بالمؤمنين شهودٌ}: وهذا من أعظم ما يكون من التجبُّر وقساوة القلب؛ لأنَّهم جمعوا بين الكفر بآيات الله ومعاندتها ومحاربة أهلها وتعذيبهم بهذا العذاب الذي تَنْفَطِرُ منه القلوب وحضورهم إيَّاهم عند إلقائهم فيها. والحالُ أنَّهم ما نقموا من المؤمنين إلاَّ حالةً يُمْدَحون عليها وبها سعادتُهم، وهي أنَّهم كانوا يؤمنون {بالله العزيز الحميد}؛ أي: الذي له العزَّة، التي قَهَرَ بها كلَّ شيء، وهو حميدٌ في أقواله وأفعاله وأوصافه. {الذي له مُلْكُ السموات والأرض}: خلقاً وعبيداً يتصرَّف فيهم بما يشاء. {والله على كلِّ شيءٍ شهيدٌ}: علماً وسمعاً وبصراً؛ أفلا خاف هؤلاء المتمرِّدون عليه أن يأخُذَهم العزيز المقتدر، أوَ ما علموا كلُّهم أنَّهم مماليك لله، ليس لأحدٍ على أحدٍ سلطةٌ من دون إذن المالك؟! أوَ خَفِيَ عليهم أنَّ الله محيطٌ بأعمالهم مجازيهم عليها ؟! كلاَّ إنَّ الكافر في غرورٍ، والجاهل في عمىً وضلالٍ عن سواء السبيل.
(4-9) ﴾ قُتِلَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأُخۡدُودِ ﴿ "Telah dibinasakan orang-orang yang membuat parit." Ini adalah doa kebinasaan atas mereka. Parit adalah lubang yang dibuat di dalam tanah. Orang-orang yang membuat parit[137] adalah orang-orang kafir dan di tengah-tengah mereka terdapat segolongan orang-orang yang beriman. Mereka mengajak orang-orang yang beriman agar masuk ke dalam agama mereka, tapi orang-orang yang beriman tidak mau. Kemudian orang-orang kafir membuat parit di tanah. Mereka menyalakan api di parit itu. Mereka duduk di sekeliling parit itu. Mereka menguji orang-orang yang beriman dan mendekatkan mereka ke parit. Yang menerima ajakan mereka akan dilepaskan, sedangkan yang terus beriman dilemparkan ke dalam api. Ini adalah puncak perang melawan Allah سبحانه وتعالى dan golonganNya, orang-orang yang beriman. Karena itu Allah سبحانه وتعالى melaknat, membinasakan, dan mengancam mereka, ﴾ قُتِلَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأُخۡدُودِ ﴿ "Telah dibinasakan orang-orang yang membuat parit." Ke-mudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan parit yang dimaksud dengan Firman-Nya, ﴾ ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلۡوَقُودِ 5 إِذۡ هُمۡ عَلَيۡهَا قُعُودٞ 6 وَهُمۡ عَلَىٰ مَا يَفۡعَلُونَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ شُهُودٞ 7 ﴿ "Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, se-dang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman." Ini adalah puncak kesombongan dan kerasnya hati, karena mereka menyatukan antara kufur terhadap tanda-tanda ke-besaran Allah سبحانه وتعالى, menentangnya, memerangi, dan menyiksa orang-orang beriman dengan siksaan seperti ini yang memiriskan hati, yang disatukan dengan hadirnya mereka pada saat orang-orang beriman dilemparkan ke dalam parit berapi. Padahal mereka tidak-lah menyiksa orang-orang beriman kecuali karena kondisi yang membuat mereka terpuji dan karenanya mereka berbahagia, karena mereka ﴾ يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ ﴿ "beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji," yakni Yang Memiliki keperkasaan, yang dengan keperkasaan itu Dia memaksa segala sesuatu. Dia Terpuji dalam perkataan, perbuatan, dan sifat-sifatNya. ﴾ ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi," serta manusia yang di-perlakukan sesuai kehendakNya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ ﴿ "Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu," secara pengetahuan, pendengaran, dan penglihatan. Apakah mereka yang membangkang itu tidak merasa takut pada Allah سبحانه وتعالى bila menyiksa mereka? Atau apakah mereka tidak tahu bahwa mereka semua adalah milik Allah سبحانه وتعالى? Tidak ada seorang pun yang berkuasa atas yang lain tanpa izin dari Allah سبحانه وتعالى. Ataukah mereka tidak tahu bahwa Allah سبحانه وتعالى Maha Melihat amal perbuatan mereka dan akan membalasnya? Sekali-kali tidak, se-sungguhnya orang kafir berada dalam tipuan, sedangkan orang bodoh berada dalam kebutaan dan tersesat dari jalan yang lurus.
#
{10} ثم أوعدهم ووعدهم وعرض عليهم التوبة، فقال: {إنَّ الذين فتنوا المؤمنين والمؤمنات ثمَّ لم يَتوبوا فلهم عذابُ جهنَّم ولهم عذابُ الحريق}؛ أي: العذاب الشديد المحرِق. قال الحسن رحمه الله: انظُروا إلى هذا الكرم والجود؛ قتلوا أولياءه وأهل طاعته، وهو يدعوهم إلى التوبة.
(10) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberi janji serta menawarkan taubat pada mereka seraya berfirman,﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُواْ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ثُمَّ لَمۡ يَتُوبُواْ فَلَهُمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمۡ عَذَابُ ٱلۡحَرِيقِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mendatang-kan cobaan kepada orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan kemu-dian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar," yakni, siksaan dahsyat yang membakar. Al-Hasan[138] 5 berkata, "Perhatikanlah kemuliaan dan kedermawanan ini, mereka membunuh para kekasihNya dan orang-orang yang taat kepadaNya, tapi Allah سبحانه وتعالى tetap menyeru mereka untuk bertaubat."
#
{11} ولما ذكر عقوبة الظالمين؛ ذكر ثواب المؤمنين، فقال: {إنَّ الذين آمنوا}: بقلوبهم، {وعمِلوا الصالحاتِ}: بجوارحهم، {لهم جناتٌ تجري من تحتِها الأنهارُ ذلك الفوزُ الكبيرُ}: الذي حَصَلَ لهم الفوزُ برضا الله ودار كرامته.
(11) Setelah menjelaskan hukuman orang-orang zhalim, se-lanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang beriman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman," dengan hati mereka, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan mengerjakan amal-amal yang shalih," dengan anggota badan mereka, ﴾ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar" yang akan mereka peroleh dan keberun-tungan mendapatkan ridha Allah سبحانه وتعالى dan tempat kemuliaan dari-Nya.
#
{12} {إنَّ بطش ربِّكَ لشديدٌ}؛ أي: إن عقوبته لأهل الجرائم والذُّنوب العظام لقويَّةٌ شديدةٌ ، وهو للظالمين بالمرصاد ؛ قال الله تعالى: {وكذلك أخذُ ربِّك إذا أخَذَ القُرى وهي ظالمةٌ إنَّ أخذَه أليمٌ شديدٌ}.
(12) ﴾ إِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ ﴿ "Sesungguhnya azab Rabbmu benar-benar keras," yakni hukumanNya untuk orang-orang yang berdosa besar amatlah keras. Allah سبحانه وتعالى mengintai orang-orang zhalim. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَٰلِكَ أَخۡذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلۡقُرَىٰ وَهِيَ ظَٰلِمَةٌۚ إِنَّ أَخۡذَهُۥٓ أَلِيمٞ شَدِيدٌ 102 ﴿ "Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya itu adalah sangat pedih lagi keras." (Hud: 102).
#
{13} {إنَّه هو يُبدِئُ ويعيدُ}؛ أي: هو المنفرد بإبداء الخلق وإعادته؛ فلا يشارِكهُ في ذلك مشارك.
(13) ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ يُبۡدِئُ وَيُعِيدُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali)," yakni, Dia sendiri yang memulai ciptaan dan mengembalikannya lagi, tidak ada satu pun yang menyertainya dalam hal itu.
#
{14} {وهو الغفورُ}: الذي يغفر الذُّنوب جميعها لمن تاب، ويعفو عن السيِّئات لمن استغفره وأناب. {الودودُ}: الذي يحبُّه أحبابه محبَّةً لا يشبهها شيءٌ؛ فكما أنَّه لا يشابهه شيءٌ في صفات الجلال والجمال والمعاني والأفعال؛ فمحبَّته في قلوب خواصِّ خلقه التابعة لذلك لا يشبِهُها شيءٌ من أنواع المحابِّ، ولهذا كانت محبَّتُه أصل العبوديَّة، وهي المحبَّة التي تتقدَّم جميع المحابِّ وتغلبها، وإن لم تكن غيرها تبعاً لها؛ كانت عذاباً على أهلها، وهو تعالى الودودُ الوادُّ لأحبابه؛ كما قال تعالى: {يُحِبُّهم ويحبُّونه}: والمودَّة هي المحبَّة الصافية. وفي هذا سرٌّ لطيفٌ؛ حيث قرن الودود بالغفور؛ ليدلَّ ذلك على أنَّ أهل الذُّنوب إذا تابوا إلى الله، وأنابوا غفر لهم ذنوبهم، وأحبهم فلا يقال تغفر ذنوبهم، ولا يرجع إليهم الود كما قاله بعض الغالطين، بل الله أفرح بتوبة عبده حين يتوب من رجلٍ على راحلته عليها طعامُهُ وشرابه وما يصلحه، فأضلَّها في أرضِ فلاةٍ مهلكةٍ، فأيس منها، فاضطجع في ظلِّ شجرةٍ ينتظر الموت، فبينما هو على تلك الحال؛ إذا راحلته على رأسه، فأخذ بخطامها. فالله أعظم فرحاً بتوبة العبد من هذا براحلته، وهذا أعظم فرح يقدَّر؛ فلله الحمد والثناء وصفو الوداد ما أعظمَ برَّه وأكثر خيرَه وأغزرَ إحسانَه وأوسع امتنانَه!
(14) ﴾ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ﴿ "Dia-lah Yang Maha Pengampun," Yang meng-ampuni seluruh dosa bagi yang bertaubat dan yang memaafkan kesalahan-kesalahan bagi yang memohon ampunan dan kembali, ﴾ ٱلۡوَدُودُ ﴿ "lagi Maha Pengasih," yang dicintai oleh para kekasihNya, tidak ada satu pun yang menyamaiNya, sebagaimana tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya dalam sifat-sifat keluhuran, ke-indahan, makna-makna, dan perbuatan-perbuatan, maka kecintaan terhadapNya di dalam hati hamba-hamba yang istimewa mengikuti kecintaan yang tidak sama dengan kecintaan terhadap apa pun. Karena itu, cinta terhadap Allah سبحانه وتعالى merupakan pangkal ibadah. Itulah cinta yang tidak didahului oleh cinta-cinta lain. Bila yang lain tidak mengikuti cinta itu, maka cinta tersebut adalah siksaan bagi pemiliknya. Dia-lah Yang Maha Mengasihi, yang mencintai para kekasihNya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ ﴿ "Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya." (Al-Ma`idah: 54). Kasih sayang adalah cinta yang tulus. Dalam hal ini terdapat rahasia lembut, karena Allah سبحانه وتعالى me-nyandingkan kasih sayang dengan ampunan agar hal itu me-nunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa bila bertaubat dan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى, maka dosa-dosa mereka akan diampuni dan disayangi. Tidak dikatakan pada mereka bahwa dosa-dosa mereka diampuni atau kasih sayang kembali lagi pada mereka sebagaimana diucapkan sebagian orang yang keliru. Tapi Allah سبحانه وتعالى bergembira dengan taubatnya hamba pada saat bertaubat melebihi gembiranya seseorang terhadap hewan tunggangannya, di mana di atas kendaraan itu terdapat makanan, minuman, dan keperluan-nya, lalu kendaraan itu hilang di tengah padang pasir, hingga dia berputus asa darinya kemudian dia berbaring di bawah naungan pohon seraya menanti kematian, ketika dia berada pada kondisi seperti itu, tiba-tiba hewan tunggangannya tersebut berada di dekat kepalanya lalu dia memegang talinya.[139] Allah سبحانه وتعالى lebih senang atas taubatnya hamba melebihi gembiranya orang tersebut pada kendaraannya. Ini adalah kegembiraan terbesar yang dapat dirasa-kan (manusia). Maka segala puja, puji, dan tulusnya cinta hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata, yang kebaikanNya amat besar dan melim-pah, serta pemberianNya yang luas.
#
{15} {ذو العرش المجيدُ}؛ أي: صاحب العرش العظيم، الذي من عظمته أنه وسع السماواتِ والأرض والكرسيَّ؛ فهي بالنسبة إلى العرش كحلقة ملقاةٍ في فلاةٍ بالنسبة لسائر الأرض ، وخصَّ الله العرش بالذِّكر لعظمته، ولأنَّه أخصُّ المخلوقات بالقرب منه [تعالى]. وهذا على قراءة الجرِّ يكون {المجيد} نعتاً للعرش، وأما على قراءة الرفع؛ فإنَّه يكون نعتاً لله ، والمجدُ سعة الأوصاف وعظمتها.
(15) ﴾ ذُو ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡمَجِيدُ ﴿ "Yang memiliki Arasy, lagi Mahamulia," yakni mempunyai Arasy yang agung yang di antara keagungan-nya, Arasy meliputi langit, bumi dan al-Kursi, yang semuanya bila dibandingkan dengan Arasy adalah bagaikan selingkar gelang yang ditaruh pada tanah luas yang lapang.[140] Allah سبحانه وتعالى menyebut Arasy secara khusus karena keagungannya, karena Arasy adalah makhluk istimewa yang berada dekat denganNya. Dan menurut bacaan kasrah, kata, ﴾ الْمَجِيْدِ﴿ "lagi mulia," adalah berarti sifat bagi Arasy sedangkan berdasarkan bacaan dhammah, kata-kata tersebut adalah sifat Allah سبحانه وتعالى. Mulia adalah luas dan agungnya sifat.
#
{16} {فعَّالٌ لما يريد}؛ أي: مهما أراد شيئاً؛ فعله، إذا أراد شيئاً؛ قال له: كن، فيكون، وليس أحدٌ فعالاً لما يريد إلاَّ الله؛ فإنَّ المخلوقات ولو أرادت شيئاً؛ فإنَّه لا بدَّ لإرادتها من معاونٍ وممانع، والله لا معاون لإرادته ولا ممانع له ممَّا أراد.
(16) ﴾ فَعَّالٞ لِّمَا يُرِيدُ ﴿ "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya," yakni bila menghendaki sesuatu, Dia melakukannya dan bila meng-hendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman padanya, "Jadilah," maka jadi-lah sesuatu itu. Tidak ada sesuatu pun yang Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakinya selain Allah سبحانه وتعالى, karena seluruh makhluk bila menginginkan sesuatu, pasti keinginannya itu dibantu atau bisa terhalang, sedangkan Allah سبحانه وتعالى tidak memiliki pembantu untuk kehendakNya dan tidak ada yang dapat menghalangi keinginan-Nya.
#
{17 ـ 18} ثم ذكر من أفعاله الدالَّة على صدق ما جاءت به رسله، فقال: {هل أتاك حديث الجُنود. فرعونَ وثمودَ}: وكيف كذَّبوا المرسلين فجعلهم الله من المهلكين.
(17-18) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian per-buatanNya yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa oleh para rasulNya seraya berfirman, ﴾ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلۡجُنُودِ 17 فِرۡعَوۡنَ وَثَمُودَ 18 ﴿ "Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud," dan bagaimana mereka mendustakan para rasul? Allah سبحانه وتعالى menjadikan mereka dalam golongan orang-orang yang dibinasakan.
#
{19} {بل الذين كَفَروا في تكذيبٍ}؛ أي: لا يزالون مستمرِّين على التكذيب والعناد، لا تنفع فيهم الآياتُ، ولا تُجدي لديهم العظات.
(19) ﴾ بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي تَكۡذِيبٖ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan," yakni, mereka senantiasa mendustakan dan mem-bangkang. Berbagai tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka dan berbagai petuah tidak bermanfaat bagi mereka.
#
{20} {والله من ورائهم محيطٌ}: قد أحاط بهم علماً وقدرةً؛ كقوله: {إنَّ ربَّك لبالمرصاد}؛ ففيه الوعيد الشديد للكافرين من عقوبة مَنْ هم في قبضته وتحت تدبيره.
(20) ﴾ وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطُۢ ﴿ "Padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka," Allah سبحانه وتعالى meliputi mereka secara ilmu dan kekua-saan. Sama seperti FirmanNya, ﴾ إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلۡمِرۡصَادِ 14 ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu benar-benar mengintai." (Al-Fajr: 14). Di dalamnya terdapat ancaman keras bagi orang-orang kafir dari siksaan Allah سبحانه وتعالى di mana mereka berada di dalam genggaman dan di bawah pengaturanNya.
#
{21 ـ 22} {بل هو قرآنٌ مجيدٌ}؛ أي: وسيع المعاني عظيمها كثير الخير والعلم. {في لوح محفوظٍ}: من التغيير والزيادة والنقص، ومحفوظ من الشياطين، وهو اللوح المحفوظ، الذي قد أثبت الله فيه كلَّ شيء، وهذا يدلُّ على جلالة القرآن وجزالته ورفعة قدره عند الله تعالى. والله أعلم.
(21-22) ﴾ بَلۡ هُوَ قُرۡءَانٞ مَّجِيدٞ ﴿ "Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Qur`an yang mulia," yakni, luas dan agung maknanya dan banyak kebaikan serta ilmunya, ﴾ فِي لَوۡحٖ مَّحۡفُوظِۭ ﴿ "yang tersimpan dalam Lauhul Mahfuzh," yang terjaga dari perubahan, penambahan, dan pengurangan dan terpelihara dari setan. Itulah Lauhul Mahfuzh tempat Allah سبحانه وتعالى menegaskan segala sesuatu. Hal ini menunjukkan kemuliaan, kekuatan, dan tingginya derajat al-Qur`an di sisi Allah سبحانه وتعالى. Wallahu a'lam.
Selesai tafsir Surat al-Insyiqaq.