Ayah:
TAFSIR SURAT AT-TAKWIR ( Menggulung )
TAFSIR SURAT AT-TAKWIR ( Menggulung )
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
Ayah: 1 - 14 #
{إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ (1) وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ (2) وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ (3) وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ (4) وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ (5) وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ (6) وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ (7) وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ (8) بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ (9) وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ (10) وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ (11) وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ (12) وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ (13) عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ (14)}.
"Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan, dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila Neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekat-kan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerja-kannya." (At-Takwir: 1-14).
#
{1 ـ 14} أي: إذا حصلتْ هذه الأمور الهائلةُ؛ تميَّز الخلقُ، وعلم كلٌّ ما قدَّمه لآخرته وما أحضره فيها من خيرٍ وشرٍّ، وذلك أنَّه إذا كان يومُ القيامةِ؛ تُكَوَّرُ الشمس؛ أي: تُجمع وتلفُّ ويُخسف القمر ويلقيان في النار، {وإذا النُّجوم انكدرتْ}؛ أي: تغيَّرت وتناثرت من أفلاكها، {وإذا الجبال سُيِّرَتْ}؛ أي: صارت كثيباً مهيلاً، ثم صارت كالعهن المنفوش، ثم تغيَّرت وصارت هباءً منبثًّا وأزيلت عن أماكنها، {وإذا العِشارُ عُطِّلَتْ}؛ أي: عَطَّل الناس يومئذٍ نفائسَ أموالهم التي كانوا يهتمُّون لها، ويراعونها في جميع الأوقات، فجاءهم ما يُذْهِلُهم عنها، فنبَّه بالعشار ـ وهي النوق التي تتبعها أولادُها، وهي أنفس أموال العرب إذ ذاك عندهم ـ على ما هو في معناها من كل نفيس. {وإذا الوحوشُ حُشِرَتْ}؛ أي: جُمِعَتْ ليوم القيامةِ؛ ليقتصَّ الله من بعضها لبعض، ويري العبادَ كمالَ عدلِهِ، حتى إنَّه يقتصُّ للشاة الجمَّاء من الشاةِ القرناء ثم يقال لها: كوني تراباً ، {وإذا البحارُ سُجِّرَتْ}؛ أي: أوقدت فصارت على عظمها ناراً تتوقَّد، {وإذا النُّفوس زُوِّجَتْ}؛ أي: قُرِنَ كلُّ صاحب عمل مع نظيره، فجُمِعَ الأبرار مع الأبرار والفجَّار مع الفجَّار، وزوِّج المؤمنون بالحور العين والكافرون بالشياطين، وهذا كقوله تعالى: {وسيقَ الذين كَفَروا إلى جهنَّم زُمَراً}، {وسيق الذين اتَّقَوْا ربَّهم إلى الجنَّةِ زُمَراً}، {احْشُروا الذين ظَلَموا وأزواجَهم}. {وإذا الموؤُدةُ سُئِلَتْ}: وهي التي كانت الجاهليَّة الجهلاء تفعله من دفن البنات وهنَّ أحياء من غير سببٍ إلاَّ خشيةَ الفقر، فتسأل: {بأيِّ ذنبٍ قُتِلَتْ}، ومن المعلوم أنَّها ليس لها ذنبٌ، ولكن هذا فيه توبيخٌ وتقريعٌ لقاتليها، {وإذا الصُّحُفُ}: المشتملة على ما عمله العاملون من خيرٍ وشرٍّ، {نُشِرَتْ}: وفرِّقت على أهلها؛ فآخذٌ كتابه بيمينه وآخذٌ كتابه بشماله أو من وراء ظهره. {وإذا السماءُ كُشِطَتْ}؛ أي: أزيلت؛ كما قال تعالى: {يومَ تَشَقَّقُ السماءُ بالغمام}، {يومَ نَطْوي السماءَ كطَيِّ السِّجِلِّ للكُتُبِ}، {والأرضُ جميعاً قبضَتُه يوم القيامةِ والسموات مطوياتٌ بيمينه}، {وإذا الجحيمُ سُعِّرَتْ}؛ أي: أوقد عليها فاستعرتْ والتهبت التهاباً لم يكنْ لها قبل ذلك، {وإذا الجنَّةُ أزْلِفَتْ}؛ أي: قرِّبت للمتقين، {علمت نفسٌ}؛ أي: كلُّ نفس لإتيانها في سياق الشرط، {ما أحضرتْ}؛ أي: ما حضر لديها من الأعمال التي قدَّمتها؛ كما قال تعالى: {ووجدوا ما عملوا حاضراً}. وهذه الأوصافُ التي وصَفَ [اللَّهُ] بها يوم القيامة من الأوصاف التي تنزعج لها القلوب، وتشتدُّ من أجلها الكروب، وترتعد الفرائصُ، وتعمُّ المخاوف، وتحثُّ أولي الألباب للاستعداد لذلك اليوم، وتزجُرُهم عن كلِّ ما يوجب اللوم، ولهذا قال بعض السلف: من أراد أن يَنْظُرَ ليوم القيامة كأنه رأي عينٍ؛ فليتدبَّر سورة {إذا الشمسُ كُوِّرَتْ}.
(1-14) Maknanya, bila hal-hal besar ini terjadi, manusia akan menjadi jelas perbedaannya (satu sama lain). Masing-masing mengetahui perbuatannya yang telah dilakukan untuk Hari Akhirat serta segala yang dilakukan, baik dan buruknya. Karena ketika Hari Kiamat terjadi, matahari digulung, rembulan dipadamkan cahayanya dan keduanya dilemparkan ke dalam neraka. ﴾ وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتۡ ﴿ "Dan apabila bintang-bintang berjatuhan," yakni berubah dan berguguran dari garis edarnya. ﴾ وَإِذَا ٱلۡجِبَالُ سُيِّرَتۡ ﴿ "Dan apabila gunung-gunung dihancurkan," yakni berubah menjadi tumpukan pasir yang beterbangan lalu berubah seperti kapas yang berhamburan lalu berubah kemudian menjadi debu beterbangan dan dilenyapkan dari tempatnya. ﴾ وَإِذَا ٱلۡعِشَارُ عُطِّلَتۡ ﴿ "Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan)," artinya, pada hari itu manusia tidak lagi mempedulikan harta-harta mereka yang berharga yang dulu-nya mereka pedulikan dan mereka jaga setiap waktu. Lalu datang-lah kengerian yang membuat mereka melalaikannya. Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan dengan unta-unta bunting yang merupakan harta paling berharga bagi bangsa Arab kala itu, tapi maknanya berlaku untuk semua barang yang berharga. ﴾ وَإِذَا ٱلۡوُحُوشُ حُشِرَتۡ 5 ﴿ "Dan apabila binatang-binatang liar dikumpul-kan," yakni dikumpulkan pada Hari Kiamat agar Allah سبحانه وتعالى menghu-kumi satu sama lain dan semua manusia mengetahui sempurnanya keadilan Allah سبحانه وتعالى hingga ia menghukum qishash pada kambing bertanduk untuk kambing yang tidak bertanduk seraya dikatakan padanya, "Jadilah debu."[134] وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ سُجِّرَتۡ ﴿ "Dan apabila lautan dipanas-kan," yaitu dinyalakan sehingga saking besarnya menjadi api yang dinyalakan. ﴾ وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتۡ 7 ﴿ "Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)," yakni setiap jiwa yang berbuat disandingkan pada padanannya; yang baik dipertemukan dengan yang baik dan yang keji dipertemukan dengan yang keji. Orang-orang yang beriman dinikahkan dengan bidadari bermata jeli sedangkan orang-orang kafir dinikahkan dengan setan-setan. Hal ini seperti yang disebut-kan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ ﴿ "Orang-orang kafir dibawa ke Neraka Jahanam bergerombol-gerom-bol." (Az-Zumar: 71). ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ ﴿ "Dan orang-orang yang bertakwa dibawa ke surga bergerombol-gerombol." (Az-Zumar: 73). ﴾ ٱحۡشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزۡوَٰجَهُمۡ ﴿ "Kumpulkanlah orang-orang zhalim dan istri-istri mereka." (Ash-Shaffat: 22). ﴾ وَإِذَا ٱلۡمَوۡءُۥدَةُ سُئِلَتۡ ﴿ "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya," tentang apa yang pernah dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dengan mengubur hidup-hidup anak perempuan tanpa sebab, hanya karena takut melarat. Ia ditanya, ﴾ بِأَيِّ ذَنۢبٖ قُتِلَتۡ ﴿ "Karena dosa apakah dia dibunuh," dan sebagaimana diketahui, ia tidak memiliki dosa apa pun. Dalam ayat ini terdapat celaan bagi orang yang membunuhnya. ﴾ وَإِذَا ٱلصُّحُفُ ﴿ "Dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia)," yang mencakup semua pekerjaan yang dilakukan orang, baik dan buruknya ﴾ نُشِرَتۡ ﴿ "dibuka," dan dibagikan untuk pemiliknya. Ada yang mengambil catatan amalnya dengan tangan kanan, ada yang mengambil dengan tangan kiri dan ada juga yang mengambil dari belakang punggung. ﴾ وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتۡ ﴿ "Dan apabila langit dilenyapkan," yaitu dilenyap-kan, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا 25 ﴿ "Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang." (Al-Furqan: 25). ﴾ وَمَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدۡرِهِۦ وَٱلۡأَرۡضُ جَمِيعٗا قَبۡضَتُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ مَطۡوِيَّٰتُۢ بِيَمِينِهِۦۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ 67 ﴿ "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada Hari Kiamat dan langit digulung dengan Tangan kananNya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." (Az-Zumar: 67). ﴾ وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ ﴿ "Dan apabila Neraka Jahim dinyalakan," yakni dinyalakan hingga berkobar hebat tidak seperti sedia kala. ﴾ وَإِذَا ٱلۡجَنَّةُ أُزۡلِفَتۡ ﴿ "Dan apabila surga didekatkan," yakni didekatkan pada orang-orang yang bertakwa, ﴾ عَلِمَتۡ نَفۡسٞ ﴿ "maka tiap-tiap jiwa akan mengeta-hui," yaitu masing-masing jiwa karena disebutkan dalam konteks syarat, ﴾ مَّآ أَحۡضَرَتۡ ﴿ "apa yang telah dikerjakannya," yaitu yang dikerja-kannya, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ ﴿ "Dan mereka menemukan apa yang mereka perbuat hadir." (Al-Kahfi: 49). Sifat-sifat Hari Kiamat yang disebutkan oleh Allah سبحانه وتعالى di atas adalah termasuk sifat-sifat yang menggetarkan jiwa dan semakin memperbesar musibah, membuat badan menggigil, menyebarkan rasa takut, dan mendorong orang-orang yang berakal agar mem-persiapkan diri menghadapi hari itu serta melarang mereka mela-kukan segala sesuatu yang mengundang celaan. Karena itu ada orang salaf berkata, "Barangsiapa yang ingin mempersiapkan diri untuk Hari Kiamat, seolah-olah ia telah melihatnya dengan mata kepala, hendaklah merenungkan ayat, ﴾ إِذَا ٱلشَّمۡسُ كُوِّرَتۡ ﴿ "Dan apabila matahari digulung."
Ayah: 15 - 29 #
{فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ (15) الْجَوَارِ الْكُنَّسِ (16) وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ (17) وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ (18) إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21) وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ (22) وَلَقَدْ رَآهُ بِالْأُفُقِ الْمُبِينِ (23) وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ (24) وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (25) فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ (26) إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (27) لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ (28) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (29)}.
"Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang ber-edar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggal-kan gelapnya, dan demi Shubuh apabila fajarnya mulai menying-sing, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu sekali-kali bukanlah orang yang gila. Dan sungguh Muhammad itu pernah melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. Dan al-Qur`an itu bukanlah per-kataan setan yang terkutuk, maka kemanakah kamu akan pergi? Al-Qur`an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam." (At-Takwir: 15-29).
#
{15 ـ 16} أقسم تعالى {بالخُنَّسِ}: وهي الكواكب التي تخنس؛ أي: تتأخَّر عن سير الكواكب المعتاد إلى جهة المشرق، وهي النجوم السبعة السيَّارة؛ الشمس والقمر والزُّهرة والمشتري والمريخ وزُحل وعطارد؛ فهذه السبعة لها سيران: سيرٌ إلى جهة المغرب مع سائر الكواكب والفلك. وسير معاكسٌ لهذا من جهة المشرق تختصُّ به هذه السبعة دون غيرها، فأقسم الله بها في حال خنوسها؛ أي: تأخُّرها، وفي حال جريانها، وفي حال كُنوسها؛ أي: استتارها بالنهار. ويُحتمل أنَّ المراد بها جميع الكواكب السيَّارة وغيرها.
(15-16) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan ﴾ ا َ ل ْ خ ُ ن ّ َ س ﴿ "bintang-bin-tang," yakni bintang-bintang yang berjalan terlambat dari lintasan biasanya hingga ke arah timur. Itulah tujuh bintang yang berjalan; matahari, rembulan, venus, yupiter, mars, saturnus, dan merkurius. Ketujuh bintang ini memiliki dua putaran: Putaran ke arah barat bersama bintang-bintang lain, dan lalu berputar dari arah berla-wanan dari arah timur yang hanya ditempuh oleh ketujuh bintang tersebut saja. Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengannya pada saat terlambat melintas dan pada saat melintas serta di saat sinarnya terhalang di waktu siang. Bisa juga yang dimaksudkan adalah seluruh bintang yang beredar dan lainnya.
#
{17 ـ 18} {والليل إذا عسعس}؛ أي: أقبل، وقيل أَدبر ، والنهار {إذا تَنَفَّسَ}؛ أي: بدت علائم الصبح، وانشقَّ النور شيئاً فشيئاً حتى يستكمل وتطلع الشمس.
(17-18) ﴾ وَٱلَّيۡلِ إِذَا عَسۡعَسَ ﴿ "Dan demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya," ada yang berpendapat apabila datang, dan ada juga yang berpendapat apabila pergi. ﴾ وَٱلصُّبۡحِ إِذَا تَنَفَّسَ ﴿ "Dan demi Shubuh apabila fajarnya mulai menyingsing," yakni nampak tanda-tanda Shubuh kemudian cahaya muncul sedikit demi sedikit hingga sempurna dan matahari terbit.
#
{19} وهذه آياتٌ عظامٌ أقسم الله عليها لقوَّة سند القرآن وجلالته وحفظه من كلِّ شيطانٍ رجيم، فقال: {إنَّه لَقولُ رسولٍ كريم}: وهو جبريل عليه السلام، نزل به من الله تعالى؛ كما قال تعالى: {وإنَّه لَتنزيل ربِّ العالمين. نَزَلَ به الرُّوحُ الأمينُ. على قلبكَ لتكونَ من المُنذِرينَ}. ووصفه الله بالكريم لكرم أخلاقِهِ و [كثرة] خصالِهِ الحميدة؛ فإنَّه أفضل الملائكة وأعظمهم رتبةً عند ربِّه.
(19) Tanda-tanda kebesaran ini disumpahkan Allah سبحانه وتعالى karena kuatnya sanad al-Qur`an, keluhurannya, dan terjaga dari setiap setan yang terkutuk. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ ﴿ "Se-sungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia," yaitu Jibril 5 yang turun membawanya dari Allah سبحانه وتعالى, seperti disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 192 نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ 193 عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ 194 ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, ia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan." (Asy-Syu'ara`: 192-194). Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sifatnya yang mulia karena mulianya akhlak dan banyaknya sifat-sifat terpuji. Jibril adalah malaikat paling utama dan paling tinggi derajatnya di sisi Allah.
#
{20} {ذي قوَّةٍ}: على ما أمره الله به، ومن قوَّته أنَّه قَلَبَ ديار قوم لوطٍ بهم فأهلكهم، {عند ذي العرش}؛ أي: جبريل مقرَّبٌ عند الله، له منزلةٌ رفيعةٌ وخصيصةٌ من الله اختصَّه بها، {مكينٌ}؛ أي: له مكانةٌ ومنزلةٌ فوق منازل الملائكة كلِّهم.
(20) ﴾ ذِي قُوَّةٍ ﴿ "Yang mempunyai kekuatan" atas apa yang di-perintahkan Allah سبحانه وتعالى padanya. Di antara kekuatannya adalah ia mampu membalikkan negeri kaum Luth dan membinasakan me-reka, ﴾ عِندَ ذِي ٱلۡعَرۡشِ مَكِينٖ ﴿ "yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arasy." Artinya, Jibril adalah malaikat yang dekat dengan Allah سبحانه وتعالى, ia memiliki derajat tinggi dan istimewa dari Allah سبحانه وتعالى yang dikhususkan padanya. Jibril memiliki kedudukan dan de-rajat di atas kedudukan seluruh malaikat.
#
{21} {مطاع ثَمَّ}؛ أي: جبريل مطاعٌ في الملأ الأعلى؛ لأنَّه من الملائكة المقرَّبين، نافذ فيهم أمرُه، مطاعٌ رأيه، {أمينٍ}؛ أي: ذو أمانة وقيام بما أُمِرَ به، لا يزيد ولا ينقص ولا يتعدَّى ما حُدَّ له، وهذا كلُّه يدلُّ على شرف القرآن عند الله تعالى: فإنَّه بعث به هذا الملك الكريم الموصوف بتلك الصفات الكاملة، والعادةُ أنَّ الملوك لا ترسل الكريم عليها إلاَّ في أهمِّ المهمَّات وأشرف الرسائل.
(21) ﴾ مُّطَاعٖ ثَمَّ ﴿ "Yang ditaati di sana (di alam malaikat)," artinya, Jibril adalah malaikat yang ditaati dalam komunitas malaikat, ka-rena Jibril termasuk di antara malaikat yang dekat dengan Allah, perintahnya dilaksanakan dalam golongan mereka, pandangannya ditaati, ﴾ أَمِينٖ ﴿ "lagi dipercaya," yakni mempunyai sifat dan sikap amanah dan melakukan apa yang diperintahkan, tidak kurang dan tidak lebih, dan tidak menerjang batasan yang telah ditentukan baginya. Semua itu menunjukkan mulianya al-Qur`an di sisi Allah سبحانه وتعالى, karena Dia menurunkan al-Qur`an melalui perantara malaikat mulia yang memiliki sifat-sifat sempurna tersebut. Biasanya, para raja hanya mengirim utusan paling mulia dalam urusan-urusan penting dan untuk mengirim surat-surat mulia.
#
{22} ولما ذكر فضل الرسول الملكيِّ الذي جاء بالقرآن؛ ذكر فضل الرسول البشريِّ الذي نزل عليه القرآنُ، ودعا إليه الناس، فقال: {وما صاحِبُكم}: وهو محمدٌ - صلى الله عليه وسلم - {بمجنونٍ}؛ كما يقوله أعداؤه المكذِّبون برسالته، المتقوِّلون عليه [من] الأقوال التي يريدون أن يطفِئوا بها ما جاء به ، بل هو أكملُ الناس عقلاً، وأجزلُهم رأياً، وأصدقُهم لهجةً.
(22) Ketika Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keutamaan utusan dari kalangan malaikat yang datang membawa al-Qur`an, Allah سبحانه وتعالى me-nyebutkan keutamaan utusan dari kalangan manusia yang diberi al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجۡنُونٖ ﴿ "Dan temanmu (Muhammad) itu sekali-kali bukanlah orang yang gila," seperti yang diucapkan para musuhnya yang mendustakan risalahnya dan yang mengatakan ucapan-ucapan dengan tujuan ingin memadamkan risalah yang dibawa. Muhammad adalah orang yang paling sempurna akalnya, paling lurus pendapatnya, dan paling jujur tuturnya.
#
{23} {ولقد رآه بالأفُقِ المُبين}؛ أي: رأى محمدٌ - صلى الله عليه وسلم - جبريل عليه السلام بالأفُقِ البيِّن الذي هو أعلى ما يلوح للبصر.
(23) ﴾ وَلَقَدۡ رَءَاهُ بِٱلۡأُفُقِ ٱلۡمُبِينِ ﴿ "Dan sungguh Muhammad itu pernah melihat Jibril di ufuk yang terang," yakni Muhammad a bukanlah se-orang yang tertuduh menambahi, mengurangi, atau menyembunyi-kan sebagian yang diwahyukan Allah سبحانه وتعالى padanya, tapi Muhammad a adalah orang yang paling terpercaya dari kalangan penduduk bumi dan langit yang menyampaikan risalah Rabbnya dengan nyata, sama sekali tidak bersifat bakhil pada orang kaya, orang miskin, pemimpin, rakyat, orang lelaki, perempuan, orang kota, orang desa, dan lainnya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى mengutus beliau di tengah-tengah kaum yang tidak bisa membaca dan menulis lagi bodoh. Dan belumlah Nabi Muhammad a meninggal dunia, tapi mereka semua telah menjadi ulama-ulama rabbani dan ilmuan-ilmuan yang memiliki pikiran tajam. Puncak segala ilmu berakhir pada mereka, mereka adalah para guru sedangkan lainnya paling tinggi hanyalah murid-murid mereka.
#
{25} {وما هو بقول شيطانٍ رجيمٍ}: لما ذكر جلالة كتابه وفضلَه بذكر الرسولين الكريمين اللذين وَصَلَ إلى الناس على أيديهما، وأثنى الله عليهما بما أثنى؛ دَفَعَ عنه كلَّ آفةٍ ونقصٍ مما يقدحُ في صدقه، فقال: {وما هو بقول شيطانٍ رجيمٍ}؛ أي: في غاية البعد عن الله وعن قربه.
(25) ﴾ وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٖ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk." Pada saat Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kemuliaan KitabNya dan karuniaNya dengan menyebutkan dua utusan mulia yang sampai pada manusia melalui tangan mereka berdua, Allah سبحانه وتعالى memuji-muji keduanya dan menghilangkan berbagai kekurangan yang menodai kejujurannya seraya berfirman, ﴾ وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٖ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk," yakni setan itu amat jauh dari Allah سبحانه وتعالى dan jauh dari (status) kedekatan terhadapNya.
#
{26} {فأين تذهبون}؛ أي: كيف يخطر هذا ببالكم؟! وأين عَزَبَتْ عنكم أذهانكم حتى جعلتم الحقَّ الذي هو في أعلى درجات الصدق بمنزلة الكذب الذي هو أنزلُ ما يكون وأرذلُ وأسفلُ الباطل؟! هل هذا إلاَّ من انقلاب الحقائق؟!
(26) ﴾ فَأَيۡنَ تَذۡهَبُونَ ﴿ "Maka kemanakah kamu akan pergi," yakni, ba-gaimanakah hal ini terlintas di benak kalian. Kemanakah hilangnya akal kalian hingga kalian menjadikan kebenaran yang merupakan tingkat kejujuran tertinggi sebagai kedustaan yang merupakan tingkat kebatilan terendah? Ini tidak lain kecuali karena memutar-balikkan kebenaran.
#
{27} {إنْ هو إلاَّ ذكرٌ للعالمين}: يتذكَّرون به ربَّهم وماله من صفات الكمال وما ينزَّه عنه من النقائص والرذائل والأمثال، ويتذكَّرون به الأوامر والنواهي وحكمها؛ ويتذكَّرون به الأحكام القدريَّة والشرعيَّة والجزائيَّة، وبالجملة يتذكَّرون به مصالح الدارين، وينالون بالعمل به السعادتين.
(27) ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Al-Qur`an itu tiada lain hanyalah peri-ngatan bagi semesta alam." Dengan al-Qur`an mereka ingat Rabb mereka, sifat-sifat sempurnaNya serta terhindarNya Dia dari ber-bagai kekurangan, kehinaan, dan keserupaan. Mereka juga ingat akan perintah-perintah dan larangan-larangan serta hikmahnya. Dengan al-Qur`an, mereka ingat hukum-hukum takdir, hukum-hukum syariat, dan hukum-hukum balasan. Secara garis besar, al-Qur`an mengingatkan mereka pada kepentingan dunia akhirat, dan dengan mengamalkannya, mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
#
{28} {لمن شاء منكم أن يَسْتَقيمَ}: بعد ما تبيَّن الرشد من الغيِّ والهدى من الضَّلال.
(28) ﴾ لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَسۡتَقِيمَ ﴿ "(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus," setelah jelas antara petunjuk dan kesesatan.
#
{29} {وما تشاؤون إلاَّ أن يشاء الله ربُّ العالمين}؛ أي: فمشيئتُه نافذةٌ لا يمكن أن تعارضَ أو تمانع. وفي هذه الآية وأمثالها ردٌّ على فرقتي القدريَّة النُّفاة والقدريَّة المجبرة؛ كما تقدَّم مثالها. والله أعلم والحمد لله.
(29) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan kamu tidak dapat meng-hendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam," yakni, kehendak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana, tidak mungkin dicegah dan dihalangi. Dalam ayat ini dan ayat-ayat serupa terdapat bantahan untuk golongan yang menafikan takdir dan golongan yang menyatakan bahwa manusia dipaksa melaku-kan segala sesuatu sebagaimana contohnya telah djelaskan sebe-lumnya. Wallahu a'lam. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.